Jakarta – yayasan nurul huda islami kranggan — Pendidikan Inklusi merupakan salah satu tujuan pendidikan masa depan yang ingin dicapai oleh Indonesia dalam upaya menciptakan masyarakat Indonesia yang inklusif.

Kepala Pendidikan Inklusi Cikal, Husnul Chotimah mengatakan bahwa pendidikan inklusif menjadi upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dan pengembangan potensi setiap anak termasuk anak-anak berkebutuhan khusus di dalam kehidupan.

Pendidik yang akrab disapa Nuli itu juga menuturkan bahwa dasar dari prinsip inklusivitas yang diterapkan oleh sekolah-sekolah inklusi di Indonesia adalah semua anak dilibatkan dalam proses belajar, terlepas dari keberagaman yang ada karena semua anak itu unik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Program-program di sekolah inklusi bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan belajar maupun pengembangan dirinya serta menyiapkan anak berkebutuhan khusus tumbuh terampil dalam kehidupan sebagai bagian dari komunitas,” tutur Nuli dalam keterangan tertulis Sekolah Cikal, Rabu (23/3/2022)..

Manfaat Sekolah Inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Nuli mengatakan bahwa dengan esensi setiap anak itu terlahir unik termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, setiap proses pembelajaran dan pendidikan di sekolah pun membutuhkan kehadiran pelaksanaan observasi dan analisis perkembangan anak dengan strategi yang sesuai dengan profil mereka.

“Setiap anak itu unik termasuk anak berkebutuhan khusus sehingga dalam proses pembelajaran serta pendidikan membutuhkan program yang sesuai agar pengembangan potensinya dapat maksimal. Di Sekolah Cikal misalnya, kehadiran Pendidikan Inklusi menggerakkan proses observasi dan analisis perkembangan anak secara berkala yang dilakukan agar dapat menentukan dukungan dan strategi yang sesuai dengan profil anak,” jelas Nuli.

Dalam praktik kesehariannya, sekolah inklusi memiliki dua manfaat besar yang berpengaruh erat dengan pengembangan diri setiap anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dalam kehidupannya, antara lain:

1. Akomodasi pembelajaran dan modifikasi kurikulum

Pertama, menyediakan akomodasi pembelajaran dan modifikasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak dalam mengoptimalkan potensi anak.

“Di Sekolah Cikal, pendidikan mengedepankan prinsip personalisasi dan kompetensi sehingga kurikulum dan moda belajar disesuaikan dengan melakukan akomodasi dan modifikasi untuk memenuhi kebutuhan masing-masing anak dalam memaksimalkan potensinya. Seluruh aspek di sekolah telah dipersiapkan sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ucap Nuli.

2. Memberikan pengembangan diri (non-akademis)

Di luar sisi akademik, menurut Nuli, kehadiran Sekolah Inklusi juga membantu membangun keterampilan hidup, membangun kemandirian, mampu membuat keputusan untuk dirinya, dapat mengenali dirinya, mengetahui emosi dan keinginannya, serta meregulasi emosinya dengan berbagai program pengembangan diri.

“Di Pendidikan Inklusi Cikal misalnya, kami menyiapkan program vokasional yang lebih beragam untuk menyiapkan anak dalam mengasah potensi/bakatnya, memperdalam keinginan. Kemudian mempersiapkan serta memberikan gambaran terkait potensi/bakat mereka tersebut dengan dunia industrinya di masa depan,” tutupnya.